Penulis: Kinzi Hana

Menyambut hari anak, saya ingin berbagi cerita tentang si kecil Kinanti yang masih balita.
“Twinkle-twinkle little star how i wondel why why why”
Namun dengan nada marah dia pun berkata, bahwa bukan begitu bunyinya. Lalu saya pun bernyanyi lagi :
“Twinkle-twinkle little star how i wonder what you are”
Barulah dia berkata bahwa mama menyanyikan lagu dengan benar.
Dari pengalaman saya diatas, saya sedikit merasa lega bahwa sebenarnya dia sudah mengerti hanya saja butuh waktu untuk melafalkan kata demi kata dengan benar.
Pernah juga dia berkata bahwa dia sangat menginginkan sebuah kue yang namanya kue levis. Saya pun berkomunikasi dengan kakaknya yang kadang dia lebih bisa mencerna apa yang adiknya katakan. Usut punya usut ternyata dia ingin sekali kue lapis yang dikukus dan berlapis-lapis ada merah hijau dan putih . Saya pun hanya geleng-geleng kepala dan mengulum senyum.
Atau pada saat dia merasakan gatal . maka dulu sebelum saya memberi pengertian maka dia akan berkata dan memberi kata perintah dengan :
“Mama gatelin,” begitu katanya.
Memang selalu terbalik-balik tapi Insya Alloh dia selalu belajar.
Terus belajar nak.. Mama luv u .









wow! great job Mom! pernah says baca, bahwa anak yang diajarkan dengan dua bahasa memiliki kemampuan untuk multitasking yang baik dan bagus
terkadang kata-kata yang mereka keluarkan tercampur dan menjadi lucu seperti adik teman saya ketika dia mengatakan “kak, lampunya ke brighten-an” yang ternyata maksudnya “lampunya ke terangan” hihi.
hahhaha baru baca maaf ya.. hehe
kok lucu jadi brighten-an
. Iya semoga aja anak2 ku juga multi2 nya banyak
. tetapi walaupun yang hanya satu bahasa pasti mempunyai kelebihan juga